Pelaksanaan Studi Banding Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Indraprasta PGRI ke Prodi Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Indonesia untuk Meningkatkan Mutu
Dalam rangka meningkatkan kualitas dari pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Prodi dan Implementasi MBKM, Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) melakukan kegiatan studi banding atau benchmarking ke Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Universitas Pendidikan Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Mei 2023 sampai dengan Selasa, 30 Mei 2023 di Ruang Pertemuan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) lantai 3, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Tim prodi pendidikan sejarah Unindra terdiri dari Arief Hidayat, M.Pd., selaku Kapdori, Dr. Rahayu Permana, M.Hum., Akhmad Syaekhu, M.Pd., Ponco Setyonugroho, M.Pd., Yusuf Budi Prasetya Santosa, M.Pd., Fahmi Hidayat, M.Pd., Fajar Nur Absor, M.Pd., dan Wahyudin, M.Pd., selaku dosen. Sedangkan pihak UPI yang hadir pada kegitan ini, antara lain Prof. Dr. Agus Mulana, M.Hum., selaku Dekan FPIPS UPI, Dr. Murdian Winarti, M.Pd., selaku Kaprodi Pendidikan Sejarah UPI, Labibatusholihah, M.Hum., Nurdiani Fathiraini, M.A., Wildan Insan Fauzi., M.Pd. dan Iing Yulianti., M.Pd., selaku para dosen.
Kegiatan studi banding ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, antara lain sebaran mata kuliah dan kekhasan dari prodi pendidikan sejarah UPI, implementasi program MBKM, dan pengelolaan jurnal ilmiah di prodi pendidikan sejarah UPI yang dapat digunakan oleh prodi pendidikan sejarah Unindra sebagai pengembangan dan peningkatan mutu serta kinerja. Dari kegiatan studi banding ini prodi pendidikan sejarah Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) didapatkan hasil benchmarking sebagai berikut:
Sebaran mata kuliah pada kurikulum prodi pendidikan sejarah UPI secara garis besar tidak berbeda dengan yang terdapat di prodi pendidikan sejarah Unindra. Perbedaan hanya terdapat pada jumlah SKS setiap mata kuliah.
Lulusan prodi pendidikan sejarah UPI tidak hanya menjadi guru sejarah, akan tetapi juga sebagai edukator (guide) museum. Hal ini terkorelasi dengan adanya mata kuliah khusus, yaitu edukator museum dan dasar-dasar museumologi. Sedangkan prodi pendidikan sejarah Unindra sebagian besar masih sebagai guru sejarah.
Fokus penelitian yang dilakukan dosen dan mahasiswa (skripsi) prodi pendidikan sejarah UPI lebih didominasi oleh penelitian kesejarahan dibandingkan dengan kependidikan. Hal yang sama juga terjadi di prodi pendidikan sejarah Unindra.
Pelaksanaan kegiatan MBKM di prodi pendidikan sejarah UPI diikuti oleh mahasiswa semester 6 dan 7 dengan didukung adanya mata kuliah MBKM yang dapat dikonversi. Sedangkan di Unindra kegiatan MBKM dimulai dari semester 4 hingga 8. Pengkonversian dilakukan dengan penyesuaian mata kuliah.
Pada publikasi dan jurnal, prodi pendidikan sejarah UPI memiliki dua jurnal ilmiah, yaitu Jurnal Historia yang telah terakreditasi Sinta 4, dan Jurnal Factum yang merupakan jurnal mahasiswa. Sedangkan prodi pendidikan sejarah Unindra hanya memiliki satu jurnal ilmiah, yaitu Jurnal Estoria: Social Science and Humaniora yang terakreditasi Sinta 5.
Dengan kegiatan studi banding yang telah dilakukan ini diharapkan dapat meningkatkan mutu prodi pendidikan sejarah Unindra. Selain benchmarking kedua belah pihak juga berhasil dicapai poin kerja sama yang tertuang di dalam dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS). Poin kerjasama antara lain:
Pengembangan kurikulum/program bersama;
Penyelenggaraan seminar/konferensi ilmiah;
Penelitian bersama;
Penulisan dan pengiriman artikel ilmiah bersama;
Pengabdian kepada masyarakat;
Pengembangan PKM tingkat fakultas dan program studi.